Karena nyampe
terlalu malam dan malam banget dan 18 jam perjalanan akhirnya badan masih
pegal-pegal dan bangunnya moloorrr, Baru bangun tidur jam 8 pagi wkwkwk, dan
rencana langsung ke Danau Kintamani, tapi apa daya si Adam bener-bener badannya
lemah, tangannya kaku dan demam tinggi dan batuk-batuk, hiks, aku bingung dan
sedih, kok jadi gini liburan malah bikin orang sakit, tapi alhamdulillahnya aku
udah sembuh dari demam hehe. Kemudian si Cindy dan Evita bergegas cari makanan
di daerah sekitar hotel, ternyata sangat dekat dengan pasar dan banyak penjual
muslim disini, ada Bakso Sapi, Soto Lamongan, Siomay Bandung, Lemper, Bubur Ayam
Jakarta dll, benar benar hotel strategis, untuk cari makan gampang dan murah
lho! Berikut ini Gambaran Hotel Mutiara Denpasar :
Hotel dengan
fasilitas 2 kasur, 1 kipas angin dan 2 meja serta 1 lemari kecil yang ada
kacanya dan harga aslinya adalah 90 ribu per malam, di Traveloka orang
kedua yang jual -_-, hmmm sangat-sangat murah bukan? 4 orang Cuma 90 ribu
permalam namun tidak dapat makan sama sekali, mending langsung hubungi hotelnya
daripada harus lewat situ hehehe. Awalnya rencananya liburan yang super irit
ini sampai bawa beras dan lauk sederhana dan magic com pun dibawa haha dan juga
bawa galon hmmm.. Komitmen itu penting, ujung-ujungnya makan di luar lebih
sering kan sama aja hmmm L
Di pagi hari
pertama hanya menikmati hotel hehe, sambil makan nasi (masak sendiri) tapi
lauknya beli di pasar, setelah itu kami mengantarkan Adam ke Petanu Medcen,
Sidakarya, Denpasar, karena menurut Google itu yang paling deket hehe, padahal
di sebelah Hotel Mutiara ada lo Klinik wkwkwk (taunya pas udah hari ke tiga),
menuju klinik Evita yang nyetir, belum sampai perjalanan pas puter balik (lagi)
hmmm bikin heboh, wkwkwk bingung karepe dewe haha, Adam yang ngga sabaran
akhirnya dia yang setir (lagi) sampai Klinik, hehe, dan berobat serta suntik
dengan biaya yang hmmm cukup mahal, gpp yang penting cepet sembuh yaaa. Dan
setelah berobat langsung balik ke Hotel, dan mampir membeli Bakso Sapi + Iga
yang letaknya pas didepan Hotel dengan seporsi 15 ribu dan itu enak porsinya
pun banyak uhhh, yang jual orang Jawa kok hehe, jadi tenang itu bukan babi..
Setelah makan Bakso langsung kembali ke Hotel dan istirahat, dan si Adam berencana
sore jam 3 kita akan pergi ke Pura Uluwatu.
Setelah
beristirahat, demam adam turun sedikit, akhirnya pukul 3 sore memulai wisata
yang pertama ke Pura Uluwatu di daerah Kuta Selatan, Bali Selatan,
perjalananpun ditempuh hanya satu jam dari Hotel, dan ternyata Hotelnya dekat
dengan Tol Mandara, tol yang menghubungkan Denpasar dan Kuta selatan wkwkk
Sesampainya di Pura Uluwatu, kita membayar 20
ribu untuk wisata lokal dan 35 ribu untuk wisatawan mancanegara. Di
uluwatu kita memasuki hutan kecil disana terdapat kera liar yang bisa dijumpai,
di Parkiran banyak sekali Kera berkeliaran nyantai nyantai diatas mobil ataupun
leyeh leyeh di tengah jalan, Keranya pun gemuk gemuk wkwkwk, Keliatannya sih
lucu tapi awasss, jangan membawa/memakai hal hal yang mudah diambil dan jangan
sampai teledor meletakkan barang, karena apabila sedikit lengah, Kerapun sergap
mengambil wkwkwk sering kali kacamata, dan sandal diambil hehe, ada juga Iphone
6 anjir kena ambil keranya, untungnya si Iphone kembali bisa diambil haha (yang
punya orang Japan).

Setelah membayar
tiket, dibagikan selendang yang di ikat dipinggang, selendangpun bermacam-macam
ukuran dan warna, semakin kita menggunakan celana pendek, akan dikasih
selendang yang panjanggg. Kalau kita pakai celana panjang ya dikasih selendang
pendek. Setelah memasuki Hutan Kecil, langsung disuguhi pemandangan bukit yang
dibawahnya ada Pantai dan ombak yang cukup deras hehe, di Uluwatu ini juga ada
pertunjukan Tari Kecak, namun harus membayar lagi 100 ribu rupiah untuk
menontonnya, hmmm mehong nek iki, aku yo gak ndelok, wong yo ngirit :v Setelah
puas foto-foto di bawah selanjutnya kita naik tangga menuju Pura-nya yang
berada diatas, ketika menaiki tangga, tiba-tiba si sablah Cindy menghilang dari peradaban wkwkwk maksudnya ngilang dari kami bertiga, dicari juga nggaada, hmm uculan arek iki, meski begitu kita tetap menaiki tangga, sampai di Puranya dan pengunjung tidak
diperbolehkan masuk ke Pura (ya iyalah, yang sembahyang yang boleh masuk),
namun disebelah pura kita dapat berfoto dan pemandangan juga bagus J Banyak sekali
menjumpai Turis asing, Bule, orang india, arab, japan, korea, china ada di sana
hehe dan eits Tetap waspada bagi pengguna kacamata, bisa-bisa kacamata diambil
tiba-tiba dan jangan harap bisa kembali wkwkwk
Setelah itu kita
turun kembali, tiba-tiba ada sepasang bule yang ingin difotoin wkwkwk, Aku yang
motoin wkwk dan itu juga si Cindy belum ditemukan wkwkwk selanjutnya gantian dong aku pengen foto dengannya bule itu juga haha, meski nggak
fasih english, nggak cas cis cus kayak Olivia Culpo, wkwkwk seadanya ya english
darjoan lah nggak ngurus yang penting tahu maksudnya dia haha, setelah itu kami
turun sampai bawah akhirnya si Cindy ditemukan di tempat foto-foto awal tadi hmm dan kemudian kami meminta bantuan petugas untuk memfoto kami berempat. Jangan
sungkan-sungkan meminta tolong fotoin karena petugas disana baik-baik, mereka
juga senang kalu dimintain tolong, karena kita juga udah berkunjung ke sana itu
sudah bikin dia seneng, hehe. Tidak hanya itu, kami juga berfoto dengan anak
remaja bali yang sedang sembahyang disana, wkwkwk begundhal kabeh dijak foto.
 |
| foto bareng bule :v |
 |
| foto bareng mbok |
 |
| foto bareng bli |
Waktu sudah
petang, jam menunjukkan pukul 6 petang, tapi suasana masih terang lho, beda
kayak di Sidoarjo haha, sudah cukup puas menikmati pemandangan, sebenarnya
angin disana buat orang sakit dan orang yang baru sembuh kayak aku nggak enak
banget bener-bener bikin badan makin meriang, ditambah maaf, bau dupa yang
sangat menyengat membuatku pusing dan mual-mual (karena tidak biasa), hmmm Setelah
keluar kita mengembalikan selendang yang tadi, Cuma dipinjemin lo bukan dikasih
cuma cuma haha, Kalo lagi di Uluwatu jangan beli apa-apa deh, rugi lo, mahal
bangett soalnya, minuman seprait aja yang kecil biasanya 4 – 5 ribu rupiah,
disana harganya 10 ribu! hmmm belum yang lainnya :3
Demam adampun
mulai sedikit naik kembali, kami bergegas kembali ke mobil dan mampir ke Toko
Oleh-Oleh Khrisna di daerah Kuta, dan jaraknya juga cukup dekat dan mampir turun
disana, aku cuma membeli satu pakaian itupun titipan, harganya 42,5 ribu wkwkwk
harga di Khrisna ini standart menurutku, di bawah Joger dan diatas Pasar Seni
Sukawati hehe. Di toko khrisna Adam tampak demamnya kumat, naik lagi, dia nggak
beli apa-apa dan langsung nunggu di mobil. Langsung deh selama lebih sejam
memilih dan berbelanja akhirnya kembali lagi ke Hotel, dengan kondisi demam
Adam yang masih tinggi, aku hanya pasrah akan keesokan harinya. L
Sesampainya di
hotel aku langsung menghubungi temanku si P, si Adam sudah terkapar tidur,
dengan badan menggigil, meski sudah minum obat, mungkin butuh istirahat yang
lebih kataku. P dihubungi bener-bener lama banget bales chatnya, dan
langsung saja si Cindy nelpon dia pakai Hpku, dia bilang masih ngomong sama
orang tuanya, tapi aku juga bingung, minta tolong P juga sungkan tapi aku
butuh pertolongan, dilain sisi si Cindy dan Evita pengen banget dibantuin, aku
juga kecewa pada saat itu, harusnya kita ajak orang lain yang bisa nyetir biar
tidak seperti ini, L
yahh, begudhal kabeh, nasi sudah menjadi bubur. Si P bukannya dia menolak
atau mengiyakan biar fix gitu, dia malah menggantung nggak jelas, aku sangat
sangat bingung, si Cindy terus mencoba Chat dengan P (pakai HP ku) tapi
P very slow respon dan aku pikir dia ngga bisa bantuin makannya nggak di
read-read, kayaknya dia sungkan bilang nggak bisa, tapi ya nggak gini juga, ya
nggantungin perasaan orang itu ngga enak, apalagi sampai PHP itu bikin kesel,
ya kan?
Yaudah kita
berusaha stop ngebales dia, dan bener, sampai keesokan hari dia juga belum
“read” chat annya, hmmmm, ok lah. Dan Alhamdulillahnya meski kena PHP teman,
yang penting si Adam sudah sembuh meski belum 100% pulih, di hari Jumat, 27
Januari 2017 ini pagi-pagi aku ikut ke Pasar dekat hotel, hehe lumayan ramai
Pasarnya dan juga banyak orang Jawa juga disana. Aku memutuskan beli Soto Ayam
yang jual juga berhijab wkwkwk soto 10 ribu tanpa nasi (nasi nanak sendiri)
buat 2 orang cukup (aku dan evita), ayamya banyakkk hmmm, si cindy beli ayam
suir dan srundeng sedangkan adam di belikan bakso 5ribu hehehe...
Setelah sarapan
dan minum obat, kita memulai perjalanan wisata hari ke dua ke Pantai Nusa Dua
(Pantai Geger) yang jaraknya dekat banget, Cuma nyebrang laut lewat tol mandara,
lanjut perjalanan 20 menit sudah nyampai, tapi ya gitu perjalanan awal kesasar,
keblabasan sampai Pantai Nusa Dua yang didalam hotel hehe.. dan balik lagi ke Nusa
Dua - Geger Beach, cukup membayar 3 ribu per orang dan parkir gratis, masuknya
juga sangat dekat dari jalan utama, meski murah uhh tapi pantainya, terbaik,
dengan pasir warna cream sangat bersih pecahan kerangnya masih terlihat oleh
mata telanjang, disarankan sebelum kesini memakai sunblock atau pelindung tubuh
dari sinar matahari, karena matahari begitu menyengat wkwkwk bikin gosong, dan
disini banyak dijumpai Bule daripada wisatawan lokal, dan sangat tidak
dianjurkan mengajak anak-anak hehe, karena isinya 95% bule berbikini haha.
Namun untuk pemandangan nomor wahid ini, pantai nya pun juga membentang
panjang, aku belum sampai ujung pantai ini L Laut yang bening dan
biru dari biru muda sampai biru tua terpampang nyata menghempas pasir cream
yang bersih nan asri. Anginnya pun sepoi-sepoi sopan wkwkwk dan harusnya
membawa baju ganti, bener-bener rugi kalau ngga renang disini L Karena ombakpun
juga tenang, kami disini selama kurang lebih 4 jam lalu kita melanjutkan
perjalanan ke Pantai Pandhawa. Berikut ini foto-foto manjakani di Pantai Geger, Nusa Dua, Bali :
 |
| main pasir |
 |
| tanning gosong |
 |
| foto bareng bule bocah asal taiwan |
 |
| jejer jejer jemur diri + boci |
 |
| disewakan iku |
 |
| pasir dari pecahan kerang |
 |
| mencoba fierce (ane) |
 |
| catwalk di pantai LOL |
Perjalanan ke
Pantai Pandawa dari Pantai Geger juga ribet wkwkwk, awalnya menuruti Google
Maps malah dilewatkan di jalanan yang belum jadi, dan alhasil kita puter balik
hmmm perjalanan sekitar 45 menit, akhirnya sampai di Pantai Pandawa, Gerbang
pintu Pandhawa cukup mewah dan per orang membayar 8 ribu rupiah dan parkir
mobil 5 ribu rupiah, sebelum sampai ke pantai kita melewati jalanan yang
membelah bukit kapur dan di sebelah kiri terdapat patung dewa-dewa yang disana
banyak orang yang foto-foto wkwkwk. Inilah foto jalan sebelum masuk ke Pantai Pandawa :
Sesampainya di
tempat parkir, beuhh disini banyak sekali orang terutama wisatawan lokalnya,
dari mana saja hmmm dan banyak pula penjual makanan disini dan terbilah sedikit
mahal, tahu sumedang isi 10 aja dibanderol 15 ribu hmmm, dan pentol isi 12 juga
15 ribu :3 Aku mah ngga beli wkwkwk kami membawa payung dan tikar untuk duduk
di tepi pantai wkwkwk akhirnya melewati keramaian menuju pantainya, sebenernya
pantainya bagus, tapi ya gitu efek ada wisatawan lokal, sampah ada aja hmmm..
Padahal disini pasirnya warnanya lebih putih dan pasirnya lebih halus dari
Pantai Geger, untuk lautnya juga nggak jauh beda sama-sama bening biru
menggelora, cuma disini ramai sekali wkwkwk tidak seperti Pantai Geger yang
tidak begitu ramai dan senyap sepi terasa, Pantai Pandhawa di bibir pantainya
terdapat rumput lumut hijau yang menambah keindahan pantai ini,
perpaduan putih, hijau dan birunya laut serta langit jingga uhh menambah
khazanah foto hahaha, angin di Pantai ini juga kencang, lebih kencang dari
Pantai Geger, hehe, kami bawa payung, dan payungnya kebalik gara-gara angin
yang kenceng hehe... Kalo yang ini, Foto-Foto pas di Pantai Pandawanya :
 |
| begundhal |
 |
| ramai sekali hmmm |
 |
| sok cool yang onoh :v |
 |
| suka fierce, yang lain mah smile |
 |
| pengene siluet, lah kok onok mak anak bapak melu ngeksis -_- |
 |
| nek iki luwih alus lemah e |
Kami disini
hanya 2 jam saja karena tidak betah dengan keramaian yang ada wkwkwk, dan
kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan ke Joger hehe, sebenernya si cindy
ngebet ingin beli nasi pedas ibu andhika yang letaknya tepat di depan Joger
Kuta, lanjut perjalanan kesana, sesampainya disana kita dipusingkan dengan
jalur yang ada disana dua jalur tiba-tiba jadi satu jalur, yang membuat kita
balik muter 3x lho, hmmmm belum lagi macet karena ada acara Imlek juga hehe,
sesudah pusing pusing (red: muter muter) daerah sana wkwkwk akhirnya parkir di
jogernya, dan masuk ke joger dulu, yah siapa yang nggak kenal joger ya, joger
jelek, begitu semboyannya hehe, dan harga barang-barang di joger juga terkenal
mahal, dan yang paling diburu baju polos putihnya yang kata-katanya unik
ataupun stikernya wkwkwk, aku Cuma beli kaos joger satu, harganya 87 ribu
rupiah hmmm...
Setelah
berbelanja di Joger, melanjutkan membeli nasi pedas bu andhika yang letaknya
didepan sedikit kanan dari jogernya, dengan nasi, sambel, ayam goreng ukuran
kecil, dan sayur kubis kena 22 ribu, beuh, bener ya mahal makanan di Kuta
wkwkwk, setelah bungkus, langsung deh balik ke Hotel, dan kita makan bersama di
hotel hehehe.. Maknyuss. Hari ke tiga pun selesai...
Lihat sebelumnya dan kelajutannya >>
Tim Hesbol :
Sumber Gambar : Penulis dan Tim Hesbol
C a t a t a n :
- Boleh berupa kritik membangun dan saran
- Usahakan komentar tidak menyinggung
- Tidak mengandung kata-kata kasar
- Tidak berbau porno
- No spam, termasuk promosi iklan